Sejarah

Yayasan Soebono Mantofani adalah Yayasan berkembang yang bergerak di bidang non-profit dimana konsentrasinya tertuju kepada bidang pendidikan dan sosial. Didikan sejak tahun 1994 hingga sekarang. Dalam perjalanannya mengalami berbagai peningkatan mutu pendidika, sarana atau peraga yang memadahi, tenaga pengajar profesional, serta biaya yang terjangkau oleh semua kalangan.

Dihadirkannya Yayasan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi bangsa mendatang yang mampu bersaing di pentas lokal maupun global dalam bidang pendidikan, utamanya pendidikan Agama Islam yang berbasis Iman dan Taqwa (IMTAQ) dan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (IPTEK). Jika pada saat ini disinyalir bahwa pendidikan adalah ‘barang’ mahal maka dengan segala menejemen tertata Yayasan Soebono Mantofani mencoba untuk menghilangkan asumsi mahalnya biaya pendidikan itu.

Kami sangat berharap, dukungan moral maupun spiritual dari segenap lapisan masyarakat dan para simpatisan untuk selalu ikut serta mewarnai peningkatan kualitas pendidikan yang saat ini sedang kita garap bersama. Dukungan dari seluruh simpatisan yang terus mengalir dari berbagai kalangan akan menambah kekuatan tersendiri bagi Yayasan ini menuju pengembangan ke arah yang lebih maju.

Mengenal Yayasan Soebono Mantofani Dari Dekat

Setting Sosio Geografis

Untuk mengetahui keberadaan Yayasan Soebono Mantofani perlu melihat aspek sosio-geografis yang menjadi tempat kedudukan Yayasan, baik yang berkaitan dengan aspek kewilayahan, kondisi-kondisi maupun fakta sosialnya. Dengan mencermati dan memahami kondisi obyektif sudut pandang kewilayahan dan kondisi sosialnya tentu akan memberikan kemudahan bagi Yayasan untuk mengetahui segala potensi baik kekuatan maupun kelemahannya yang akan bermanfaat bagi perumusan perencanaan dan pengambilan kebijakan Yayasan dalam menjalankan misi dan tujuannya.

Yayasan Soebono Mantofani dan masyarakat desa Jombang khususnya harus menjadi kekuatan sinergis untuk mencapai tujuan dan cita-cita luhur dalam rangka pembangunan ummat dan kemajuan Islam. Untuk memajukan masyarakat tentunya tidak tergantung pada peran Yayasan saja, tetapi juga tergantung kepada penduduk desa Jombang itu sendiri. Karena itu, merupakan keniscayaan antara Yayasan dan masyarakat Jombang dan sekitarnya untuk saling membantu, bekerjasama dan saling membangun dalam rangka memajukan masyarakat dan bangsa dalam seluruh aspek kehidupannya.

Fakta Geografis

Yayasan Soebono Mantofani terletak di desa Jombang, Kecamatan Ciputat, kabupaten Tangerang. Secara geografis, berada di wilayah Propinsi Banten, tetapi dinamika sosialnya termasuk kawasan yang mempunyai dinamika kehidupan kota metropolitan Jakarta.

Secara geografis, Yayasan Soebono Mantofani terletak di antara dua kota provinsi, yaitu Banten dan DKI Jakarta. Kedudukan itu merupakan potensi tersendiri yang mempunyai makna sangat strategis bagi Yayasan. Dalam konteks kewilayahan, orbitasi Yayasan Soebono Mantofani dengan pusat-pusat pemerintahan; jarak ke ibu kota Kecamatan 7 km, dengan ibu kota Kabupaten 20 km, dengan ibu kota Provinsi Banten + 180 km, dan jarak ke ibu kota Pemerintahan Pusat, DKI Jakarta, + 30 km.

Keadaan umum wilayah desa Jombang memiliki luas wilayah 356,865 Ha, terdiri dari : 59,935 Ha pemukiman real estate, 9,150 Ha pemukiman KPR-BTN, 229,046 Ha pemukiman umum, dan masih terdapat lahan tidur sebanyak 41,000 Ha. Batas wilayah Desa Jombang ; Sebelah Utara berbatasan dengan desa Pondok Pucung dan Parigi, kecamatan Pondok Aren. Sebelah Selatan dengan desa Sarua, kecamatan Ciputat. Sebelah Barat dengan desa Lengkong Gudang kecamatan Serpong. Dan, sebelah Timur dengan desa Sawah Baru, kecamatan Ciputat.

Tipografi Desa berbentuk Dataran dengan suhu rata-rata 28 – 30 0C, keadaan tanah tergolong lahan subur dengan lingkungan alam yang masih hijau dan kondisi udara yang bersih dari polusi. Keberadaan strategis lain Yayasan Soebono Mantofani adalah berada di tengah-tengah antara pemukiman umum masyarakat Jombang dengan pemukiman komplek perumahan yang menempati perumahan KPR-BTN dan real estate. Keberadaan itu memungkinkan Yayasan untuk mengembangkan pendidikan yang populis sekaligus pendidikan unggulan.

Dilihat dari segi jarak tempuh antara letak Yayasan dengan komplek-komplek perumahan yang ada di desa Jombang dan sekitarnya, berkisar dari jarak 0,5 hingga + 3 km, diantaranya :

BTN-Sudimara Jombang + 0,5 km, Villa Bintaro Indah Jombang, + 0,5 km, Villa Jombang Baru, + 2 km, Graha Gunung Lestari Jombang, + 2 km, Pondok Pucung Indah, Pondok Aren, + 1 km, Bukit Nusa Indah, Sarua, + 3 km, Villa Mutiara, Sawah Baru, + 3 km, Perumahan Astek, + 1 km, Perumahan elite Bintaro Jaya, + 1,5 km, Perumahan elite Bumi Serpong Damai (BSD), + 3 km.

Yayasan Soebono Mantofani juga mempunyai jarak yang sangat dekat dengan fasilitas-fasilitas umum, seperti dengan Pemerintahan Desa/Kantor Kelurahan, Puskesmas, Pasar, Terminal Angkutan dan stasiun Kereta Api Sudimara yang berjarak + 1 km. Dari segi letak jalur lalu lintas, Yayasan Soebono Mantofani berada di jalur lalu lintas dari arah Ciputat ke Bumi Serpong Damai (BSD), yang dilalui oleh kendaraan transportasi umum arah Ciputat – BSD, (angkot D-08).

Tipologi masyarakat Jombang yang merupakan masyarakat perkotaan kesadaran akan pentingnya pendidikan cukup besar. Sarana dan prasarana pendidikan dalam kurun waktu 10 tahun belakangan cukup meningkat, yaitu diindikasikan dengan berdirinya yayasan pendidikan, munculnya sekolah-sekolah baru dan meningkatnya jumlah guru dan murid.

Lembaga pendidikan atau sekolah-sekolah yang tumbuh di desa Jombang umumnya adalah penyelenggara pendidikan dasar dan menengah, mulai dari pendidikan usia dini (Taman Kanak-kanak/TK/RA), SD/MI, SLTP/MTs dan SMK/MA. Di samping lembaga pendidikan formal, juga terdapat pendidikan nonformal, seperti pondok pesantren, taman pendidikan al-Qur’an (TPA), madrasah diniyah dan lembaga-lembaga kursus.

Adapun nama-nama sekolah, jumlah siswa dan guru di desa Jombang, pada tahun pelajaran 2003/2004 :

Pendidikan Usia Dini;
RA/TK Soebono Mantofani, RA/TK Madinatunnajah, TK An-Nur, TK Ibunda, TK Ananda. Sedangkan Jenjang pendidikan SD-MI; SDN Jombang I, SDN Jombang II, SDN Jombang III, SDN Jombang IV, SDN Jombang V, SDN Jombang VI, SDN Jombang Tengah I, SDN Jombang Tengah II, SDN Jombang Kramat, SDN Cilalung, MI Soebono Mantofani, MI Madinatunnajah.

Pendidikan SLTP/MTs:
SLTPN 3 Ciputat, SLTP PGRI Jombang, MTs. Soebono Mantofani, MTs Madinatunnajah, MTs At-Thoyyibin, SLTP Paramarta,

Pendidikan MA/SLTA;
MA Soebono Mantofani, MA Madinatunnajah, SMK Paramarta

A. Pondok Pesantren

1. Pesantren Soebono Mantofani
2. Pesantren Madinatunnajah
3. Pesantren At-Thoyyibin

B. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Madrasah Diniyah

1. Madrasah Diniyah Soebono Mantofani
2. TPA Madinatunnajah
3. TPA Baiturrahman
4. TPA Al-Huda
5. TPA ‘Ibadurrahman
6. TPA Wali Songo

C. Lembaga Pendidikan Kursus (LPK)

1. LPK PEC
2. LPK VISTA Internasional

Tercatat dalam buku 10-th Yayasan, Perkembangan kehidupan keagamaan sebagai cerminan keimanan dan ketakwaan ditunjukkan antara lain dengan adanya tempat-tempat peribadatan, seperti masjid dan mushola, juga adanya aktifitas keagamaan, baik pengajian anak-anak, remaja maupun pengajian ibu-ibu/bapak-bapak.

Di desa Jombang terdapat 18 buah masjid dan 30 mushola. Pada kebanyakannya, tiap masjid dan mushola itu selain digunakan untuk tempat pokok ibadah, juga digunakan untuk kegiatan pendidikan dan dakwah Islam, seperti pengajian anak-anak, pengajian remaja, dan pengajian bapak-bapak atau ibu-ibu atau majelis taklim.

Majelis Taklim atau pengajian bapak-bapak/ibu-ibu dan pengajian remaja (Ikatan Remaja Masjid) di Jombang, yaitu: MT Soebono Mantofani, MT Baiturrahim, Kp Rawalele, MT Al-Furqan, Kp Rawalele, MT Maryamah, Kp Rawalele, MT Al-Muttaqin, Kp Rawalele, MT Masjid Al-Huda, Kp Rawalele, MT Mushola H. Maskun, Kp Rawalele, MT Az-Zahra, Kp. Rawalele, MT Baiturrahman, VBI, MT Al-Fithrah, VBI, MT ‘Ibadurrahman, VBI, MT Ar-Ruhama, Kp. Gedong, MT As-Sulaiman, Kp. Gedong, MT Baitussalam, Kp. Gedong, MT Al-Bayyinah, Kp. Gedong, Pengajian Bapak-bapak RT 04, Kp. Gedong, MT Ar-Rahman, Kp. Gunung sesuai dengan perkembangan pendidikan tentunya pada saat ini lebih dari yang tercatat di atas.

Kesimpulan:

Mencernati kondisi sosio-geografis masyarakat setempat bagi lembaga pendidikan yang ada di dalamnya adalah penting untuk lebih mengetahui segala potensi, baik potensi sumber daya alam (SDA), lingkungan, maupun sumber daya manusianya (SDM). Karena, sumber daya alam maupun sumber daya manusia mempunyai peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang sepenuhnya berinteraksi dengan alam, lingkungan dan antar manusia pada dasarnya adalah berinteraksi dalam bentuk saling mempengaruhi untuk mencapai keserasian dan keseimbangannya.

Keserasian antara lembaga pendidikan dengan lingkungan sosial-kemasyarakatan dicerminkan adanya daya dukung yang tinggi untuk bersama-sama dapat menciptakan kondisi yang kondusif dan konstruktif. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan relevansi pendidikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakatnya.

Desa Jombang, dengan kondisi wilayahnya yang cukup luas, lingkungan alam yang tergolong subur dan hijau, terdapatnya lahan pengembangan, dan letak geografis kawasan yang strategis, serta didukung oleh kehidupan sosial kemasyarakatan akan kesadaran pentingnya pendidikan, keagamaan dan kemajuan sosial-budaya cukup baik, niscaya perlu terus menerus dibangun dan dikembangkan dengan penciptaan kondisi-kondisi yang kondusif dan konstruktif guna menuju masyarakat maju, mandiri dan unggul.

Sumber tulisan : 10 Tahun Yayasan Soebono Mantofani Menuju Kemandirian