MTs

Madrasah Tsanawiyah Soebono Mantofani adalah lembaga pendidikan yang bercirikan khas Islam yang telah berdiri sejak tahun 1995. Madrasah ini dibangun atas dasar untuk menumbuhkan semagat ketaqwaan kepada Allah dari para siswanya (muttaqien), membentuk fungsi kekhalifahan manusia di muka bumi (khalifatun fil ardh), membentuk siswa yang mampu menjadi agen perubahan sosial menuju masyarakat madani serta mewujudkan siswanya yang senantiasa bertambah ilmuya sekaligus bertambah hidayahnya dari Allah swt dalam rangka tujuan akhirnya untuk menjadikan manusia yang sempurna secara mental-spiritual (insan kamil).

Dalam perkembangannya, pada tahun 1998 berstatus sisamakan dan sekarang terakreditasi dengan nilai “A”. Madrasah Tsanawiyah Soebono Mantofani bertekad kuat untuk mewujudkan visi pendidikannya sebagaimana tertuang di atas. Namun usaha ke arah pembentukan siswa yang diharapkan menjadi agent of social change akan tercapai apabila ada kerjasama yang baik antara pihak sekolah, walimurid dan yayasan bisa berjalan sinergis dan terarah serta dukungan masyarakat luas (stakeholders) untuk terus terlibat dalam frame perubahan ke arah yang lebih baik.

Kurikulum yang dipergunakan untuk pembelajaran didalamnya adalah kurikulum yang ditetapkan oleh Departemen Agama (DEPAG) untuk kurikulum pendidikan agama, sedangkan untuk pendidikan umum mengacu kepada kurikulum yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Kedua sumber kurikulum tersebut bermuara kepada Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan pembaharuan kurikulum pendidikan nasional dewasa ini.

Kegiatan Pembelajarannya adalah sebagai berikut:

1. Belajar secara klasikal
2. Belajar Interaktif dengan media VCD
3. Praktikum lapangan
4. Study alam
5. Study tour atau karya wisata
6. dll

Ekstra Kurikuler

1. Pembinaan keimanan dan ketaqwaan, seperti sholat berjama’ah
2. Bimbingan penyuluhan psikkologi dalam bingkai pendidikan budi pekerti yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran.
3. Pembinaan mental, fisik dan kepribadian, seperti pramuka, PMR, Jujitsu, dan sepak bola
4. Pengembangan estetika, musik, qasidah, marawis