Enam Hal Perusak Amal

Muhammad Amin S.SosRasulullah saw bersabda: “Terdapat enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan yaitu: sibuk mencari keburukan/aib orang lain, keras hati,  terlalu cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang lamunan/khayalan, dan kedhaliman yang tidak pernah berhenti”.

Dalam hadis tersebut Rasullullah SAW, telah memperingatkan umatnya agar tidak terjerumus kepada perkara yang keenam; sibuk mencari keburukan/aib orang lain, karena hal itu secara tidak langsung membuka aib yang seharusnya ditutupi, kecuali kalau bertujuan menegakkan keadilan. QS. 49:11 menyebutnya dengan istilah “Tajasus”. ”Barang siapa menutupi aib seorang muaslim, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (al-hadits) Dalam hadis lain disebutkan: “Betapa bahagianya orang yang tersibukkan mencari aib dan kekurangan dirinya jauh dari mencari aib dan kekurangan orang lain.”

Keras Hati, yang dimaksud keras hati disini adalah apabila seseorang sudah tidak bisa menerima nasihat dari orang lain, bahkan menganggap remeh orang yang menasehatinya. Padahal Ali bin Abi Thalib telah berkata: “Lihatlah oleh-mu perkataanya dan jangan kau lihat siapa yang mengatakannya.”

Terlalu Cinta Dunia, cinta dunia boleh tapi jangan berlebihan. Hal ini karena kita tahu bahwa dunia bukanlah segala-galanya. Islam tidak melarang orang untuk menjadi kaya, bahkan Islam menghendaki umatnya menjadi makmur. Dalam hadis Rasulullah saw mengatakan: ” Beramallah engkau untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya, dan beramallah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan mati besok.”

Sedikit rasa malu, Rasullullah Saw. Merupakan satu sosok suri tauladan yang sangat besar rasa malunya. Dan malu disini bukan malu berbuat kebaikan atau amar ma’ruf nahi munkar, akan tapi malu untuk berbuat dosa/kesalahan. Sabda Rasulullah SAW: “Malu itu sebagian dari Iman.” Dalam sabdanya yang lain: “Malu dan Iman adalah bersatu , maka apabila dicabut salah satunya maka akan tercabut yang lainnya.” ( HR. Abu Nua,im)

Panjang Lamunan/Khayalan, Allah menganjurkan kepada kita supaya banyak berpikir, tapi berpikir dan berharap entang sesuatu yang logis disertai dengan usaha. Bukan berpikir dan berharap tapi tidak mau berusaha. Karena betapa hebatnya suatu ide/gagasan kalau tanpa direalisasikan maka hanya akan menjadi sebuah lamunan.”

Kedhaliman Yang Tiada Henti, Kita dilarang oleh agama untuk berbuat dhalim karena dhalim adalah kegelapan dihari kiamat dan juga takkan ada penolong bagi orang yang dhalim. Kedhaliman yang berlangsung akan merugikan diri sendiri dan menyengsarakan orang lain. Sudahkan kita menjauhi ke-enam hal di atas?